Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), mengambil langkah berani dengan resmi mengakhiri kebijakan panduan ke depan (forward guidance) tradisional. Kebijakan baru yang disampaikan oleh pejabat The Fed, Warsh, ini memaksa pelaku pasar untuk tidak lagi bergantung pada proyeksi arah suku bunga dari bank sentral, melainkan berfokus sepenuhnya pada rilis data ekonomi riil.

Dalam pernyataan resminya, Warsh menegaskan komitmen kokoh The Fed untuk menjaga target inflasi di level 2 persen tanpa kompromi. Meski demikian, sikap tegas tersebut sengaja tidak disertai dengan kepastian jadwal atau keputusan kebijakan moneter berikutnya. Langkah ini menandai era baru di mana investor harus menganalisis indikator makroekonomi secara mandiri tanpa adanya petunjuk implisit dari otoritas moneter.

Sentimen positif pasar justru terdorong oleh pandangan optimistis Warsh terkait tingginya belanja modal (CapEx) korporasi di sektor kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur teknologi baru. Di tengah kekhawatiran investor bahwa raksasa teknologi hanya sekadar menghabiskan modal tanpa pengembalian yang cepat, Warsh menilai investasi masif tersebut sebagai pilar krusial bagi peningkatan produktivitas serta pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Reaksi pasar terpantau positif setelah pernyataan tersebut dirilis. Indeks Nasdaq (US100) berhasil berbalik arah dan menghapus seluruh kerugian perdagangan sebelumnya. Pelaku pasar kini optimistis indeks teknologi ini mampu menembus kembali level psikologis 28.000 poin, terlebih jika laporan keuangan kuartalan dari Microsoft dan Meta menunjukkan kinerja yang solid.