PT Bank KB Indonesia Tbk. (BBKP) mempercepat agenda transformasi bisnis dengan menitikberatkan strategi pada penguatan dana murah atau current account saving account (CASA), efisiensi biaya dana, serta perluasan pembiayaan berbasis ekosistem.
Langkah tersebut ditempuh perseroan untuk memperbaiki kinerja profitabilitas sekaligus menjaga kualitas aset di tengah tekanan terhadap laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP).
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menyatakan perseroan terus mendorong peningkatan porsi CASA agar biaya dana atau cost of fund dapat semakin ditekan. Menurutnya, penguatan struktur pendanaan menjadi salah satu kunci untuk menciptakan ruang perbaikan kinerja keuangan secara berkelanjutan.
Meski demikian, Kunardy mengakui PPOP perseroan masih berada dalam tekanan karena beban operasional dan biaya dana belum sepenuhnya seimbang dengan pendapatan dari penyaluran kredit. KB Bank menargetkan PPOP mulai bergerak ke wilayah positif pada semester II 2026.
KB Bank saat ini mencatatkan total aset sebesar Rp89,79 triliun dan mengoperasikan 153 kantor cabang di Indonesia. Perseroan merupakan bagian dari KB Group, salah satu kelompok jasa keuangan besar asal Korea Selatan yang memiliki sejumlah perusahaan afiliasi di Tanah Air.
Dari sisi pembiayaan, KB Bank juga mengubah pendekatan bisnis dari sekadar penyaluran kredit menjadi pembiayaan yang terhubung dalam satu ekosistem. Direktur Wholesale KB Bank, Widodo Suryadi, menjelaskan bahwa perusahaan besar akan ditempatkan sebagai jangkar untuk menjangkau segmen menengah hingga usaha kecil dan menengah di dalam rantai pasoknya.
Melalui model tersebut, bank berharap dapat memperluas basis nasabah dengan risiko yang lebih terukur. Pendekatan ekosistem juga dinilai mampu memperkuat hubungan layanan dengan nasabah secara menyeluruh, mulai dari perusahaan utama hingga pelaku usaha pendukung di sekitarnya.