Menjelang laga krusial perempat final Piala Dunia 2026, pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, melontarkan peringatan keras kepada anak asuhnya. Ia menilai Belgia sebagai lawan paling tangguh yang harus dihadapi Spanyol sejauh ini dalam turnamen tersebut. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung Jumat malam ini menjadi penentu tiket menuju babak semifinal, di mana pemenangnya telah ditunggu oleh Prancis.

De la Fuente menyoroti komposisi skuad Belgia yang dihuni oleh para pemain berpengalaman di klub-klub elite Eropa. Meski ia sempat memantau performa Prancis saat menundukkan Maroko, pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa fokus timnya saat ini sepenuhnya terkunci pada duel melawan Belgia. Ia enggan berspekulasi terlalu jauh mengenai calon lawan di babak selanjutnya sebelum misi perempat final tuntas.

Dalam kesempatan yang sama, De la Fuente memberikan apresiasi terhadap kolektivitas timnya, sembari menepis anggapan bahwa Spanyol hanya bergantung pada satu sosok bintang. Ia secara khusus memuji kontribusi Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal. Bagi De la Fuente, bakat muda seperti Yamal telah menunjukkan kedewasaan luar biasa, dengan performa gemilang yang diprediksi akan terus meningkat di masa depan.

Selain membahas strategi tim, sang pelatih juga memberikan penghormatan mendalam bagi kapten Argentina, Lionel Messi. De la Fuente mengaku terkesima dengan stamina dan mentalitas Messi yang dinilainya seolah tidak menua. Ia menyebut rahasia sukses sang bintang bukan sekadar bakat alami, melainkan dedikasi tinggi dan rasa lapar akan kemenangan yang tidak pernah padam meski telah meraih segalanya.

Menutup pernyataannya, De la Fuente menyebut Messi sebagai panutan bagi generasi pesepak bola masa kini. Menurutnya, kegigihan kapten Argentina itu untuk terus membuktikan kualitas di lapangan hijau menjadi bukti bahwa kerja keras tanpa henti adalah kunci utama dalam meraih prestasi puncak di dunia sepak bola profesional.