Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum penting bagi PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) untuk menegaskan kepeduliannya terhadap generasi muda di Kalimantan. Melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan hulu migas ini fokus mengintervensi sektor kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, serta penyediaan fasilitas pendidikan yang layak di wilayah operasi mereka.

Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, mengungkapkan bahwa pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul harus dimulai sejak usia dini. Menurutnya, sinergi untuk memperkuat ekosistem tumbuh kembang anak di sekitar wilayah operasi perusahaan merupakan fondasi penting dalam menyiapkan generasi masa depan bangsa yang tangguh dan sehat.

Di Tarakan, Kalimantan Utara, PT Pertamina EP (PEP) Tarakan menginisiasi Program Beras Kuning (Bersama Masyarakat Kurangi Risiko Stunting) di Kelurahan Selumit Pantai. Program yang dirintis sejak tahun 2021 ini berfokus pada edukasi gizi, pemberian makanan tambahan, pemantauan ibu hamil, hingga pelatihan menu makanan pendamping ASI (MPASI) sehat guna menekan angka stunting setempat.

Menariknya, program penanganan stunting di Tarakan ini juga berdampak positif pada perekonomian lokal. Kelompok ibu-ibu setempat berhasil mendirikan UMKM penghasil olahan MPASI bermerek "Tummy Tumu", yang memanfaatkan potensi pangan lokal seperti ikan bandeng dan kentang. Langkah inovatif ini terwujud berkat kolaborasi erat dengan pihak puskesmas, kelurahan, dan BKKBN setempat.

Sementara itu di Kutai Kartanegara, PT Pertamina EP Sangasanga menghadirkan fasilitas "Rumah Bahagia" (Rumah Balita Sehat, Giat dan Cerdas) melalui Program PROKESMAS PUJA di Kecamatan Samboja. Layanan terpadu ini memberikan penanganan khusus bagi balita yang terindikasi mengalami gangguan pertumbuhan, dengan hasil positif berupa perbaikan status gizi yang signifikan pada puluhan balita sejak diimplementasikan.

Beralih ke sektor pendidikan, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) meluncurkan inovasi berupa Program Sekolah Negeri Terapung di SMP Negeri 6 Anggana, kawasan pesisir Delta Mahakam. Program ini meningkatkan kualitas belajar-mengajar melalui penyediaan listrik tenaga surya, sarana digital, peningkatan kompetensi guru, serta penyediaan beasiswa bagi pelajar setempat guna memutus rantai keterbatasan akses pendidikan di wilayah terpencil.