Sleman – Kehadiran inovasi digital dari BPJS Kesehatan membawa angin segar bagi para peserta lanjut usia (lansia) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satunya dirasakan oleh Tri Purwanti (63), seorang warga Purwomartani, Sleman, yang kini lebih mudah mengakses layanan administrasi jaminan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kantor cabang.
Selama tiga tahun terakhir, Tri mengalami kesulitan berjalan akibat pengapuran pada kaki kanannya. Keterbatasan fisik ini menjadi kendala besar baginya untuk bepergian jauh, termasuk ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Padahal, kepastian status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sangat krusial baginya yang mengidap hipertensi selama 11 tahun dan harus rutin kontrol setiap bulan.
Akibat kartu kepesertaannya yang tidak aktif selama lima bulan, Tri terpaksa merogoh kocek pribadi hingga Rp100.000 setiap kali memeriksakan kesehatan di puskesmas. Pengeluaran tersebut menjadi beban berat mengingat suaminya yang berusia 60 tahun bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak menentu, sementara kebutuhan harian mereka bergantung pada bantuan anak-anak mereka.
Titik terang muncul ketika sang menantu memberi tahu adanya layanan Virtual Office Layanan Peserta (Viola) di Klinik RH Medika Kalasan. Viola merupakan terobosan berbasis konferensi video yang menghubungkan peserta secara langsung dengan petugas BPJS Kesehatan secara daring. Melalui fasilitas layar interaktif yang disediakan di klinik, peserta bisa berkonsultasi, memperbarui data, hingga menyampaikan keluhan secara tatap muka virtual.
Didampingi menantunya, Tri memanfaatkan layanan Viola untuk berkonsultasi mengenai penonaktifan kartunya yang diduga terjadi karena penyesuaian data dari Dinas Sosial setempat. Petugas BPJS Kesehatan kemudian menjelaskan langkah-langkah verifikasi yang harus dilakukan di dinas sosial secara jelas, memberikan kepastian bagi Tri tanpa mengharuskan dirinya menempuh perjalanan jauh ke kantor cabang.
Dengan adanya layanan Viola, kendala jarak dan fisik yang kerap dihadapi oleh kelompok rentan seperti lansia dapat teratasi dengan efektif. Tri menyatakan rasa syukurnya atas inovasi ini yang dinilai sangat membantu memangkas waktu, biaya, serta tenaga bagi masyarakat yang membutuhkan akses layanan jaminan kesehatan secara cepat.