Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) memamerkan inovasi teknologi mutakhir berupa kecerdasan buatan (AI) yang mampu membaca emosi manusia melalui aktivitas gelombang otak. Inovasi tersebut diperkenalkan ke publik dalam ajang Buleleng Digital Expo (BDE) yang berlangsung di RTH Rumah Jabatan Bupati Buleleng.
Teknologi ini bekerja memanfaatkan perangkat portabel Electroencephalogram (EEG) dengan empat sensor saluran untuk menangkap sinyal listrik dari otak. Data yang diperoleh kemudian diproses oleh model kecerdasan buatan menggunakan pendekatan parameter valence dan arousal, sebelum akhirnya dipetakan ke dalam empat kuadran emosi seperti bahagia, sedih, atau marah.
Selain membaca suasana hati, sistem ini juga dirancang untuk memahami konsep motor imagery, yakni mengenali intensi atau niat gerak seseorang hanya dengan membayangkan gerakan tersebut. Pengembangan fitur ini diharapkan dapat membantu penyandang disabilitas, misalnya untuk mengoperasikan kursi roda pintar secara mandiri lewat perintah pikiran.
Kendati menjanjikan, pengembangan teknologi ini masih menghadapi tantangan teknis yang cukup kompleks. Adanya gangguan (noise) pada sinyal EEG serta perbedaan karakteristik otak setiap individu membuat tingkat akurasi kecerdasan buatan ini belum sepenuhnya stabil saat diterapkan pada pengguna yang berbeda.
Untuk memaksimalkan potensinya di sektor kesehatan, pendidikan, dan industri, tim peneliti Undiksha kini tengah menjajaki kolaborasi internasional dengan periset asal Thailand. Kerja sama ini difokuskan pada integrasi model AI pembaca sinyal otak buatan Undiksha dengan teknologi robotik penyangga tubuh (skeleton robotic) guna membantu mobilitas pasien dengan keterbatasan fisik.