Industri hiburan Tiongkok mengeluarkan kebijakan baru yang mengatur cara artis ditampilkan dalam karya dan materi promosi. Aturan ini disepakati oleh tiga asosiasi media utama dan akan mulai berlaku pada 10 Juli mendatang.
Inti dari kebijakan tersebut adalah kewajiban bagi seluruh aktor dan aktris untuk menggunakan nama asli mereka. Format penulisan yang diterapkan menempatkan nama resmi di posisi utama, diikuti oleh nama panggung yang dicantumkan dalam tanda kurung. Aturan ini berlaku untuk kredit pembuka dan penutup dalam produksi film maupun drama, serta semua materi promosi resmi.
Perubahan signifikan juga terjadi pada sistem penyebutan peran. Kredit pembuka kini hanya mengenal dua kategori: "pemeran utama" dan "penampilan khusus". Sementara itu, seluruh pemain lainnya akan tercantum bersama sebagai anggota pemeran dalam bagian kredit penutup.
Selain nama dan peran, sistem urutan nama pemain atau billing order juga dirombak total. Penentuan posisi nama tidak lagi berdasarkan negosiasi atau kepopuleran, melainkan mengikuti aturan objektif berdasarkan jumlah goresan pada karakter pertama nama keluarga dalam aksara Mandarin.
Kebijakan ini dianggap sebagai langkah untuk mengurangi konflik yang kerap terjadi akibat perebutan posisi kredit antara agensi dan penggemar. Langkah implementasi sudah terlihat, contohnya dalam konferensi pers Tencent Video pada 24 Juni, di mana seluruh materi promosi drama baru sudah menerapkan format nama asli sesuai regulasi baru.
Beberapa artis menyikapi perubahan ini dengan positif. Aktris Li Yitong, misalnya, bercanda saat memperkenalkan nama barunya, Li Xue, dalam sebuah acara promosi. Namun, aturan baru ini tidak diberlakukan bagi artis yang berasal dari Hong Kong.
Dengan berlakunya aturan ini, penggemar drama dan film Tiongkok diprediksi perlu membiasakan diri mengenal nama-nama asli dari bintang favorit mereka yang selama ini lebih dikenal dengan nama panggung.