Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pemulihan positif pada perdagangan Selasa (7/7/2026). Setelah sempat tertekan pada awal sesi, indeks berhasil menguat sebesar 30,61 poin atau 0,52%, membawanya bertengger di level 5.946. Sepanjang satu jam pertama perdagangan, IHSG bergerak dinamis di kisaran rentang 5.925 hingga 5.980.
Di tengah pergerakan tersebut, tujuh saham tercatat sebagai pendorong utama pasar dengan lonjakan harga yang signifikan, di mana dua di antaranya bahkan telah mencapai batas auto rejection atas (ARA). Performa ini sejalan dengan penguatan indeks saham unggulan (blue chip) LQ45 yang naik sebesar 0,63%.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan volume perdagangan mencapai 6,46 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi menyentuh Rp 2,8 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat cukup tinggi, yakni sebanyak 521.447 kali transaksi. Secara keseluruhan, sentimen pasar cenderung positif dengan 358 saham mengalami kenaikan, mengungguli 207 saham yang terkoreksi dan 202 saham yang stagnan.
Kinerja bursa domestik ini tampak kontras jika dibandingkan dengan tren di sejumlah bursa utama Asia. Sebagian besar indeks regional mengalami tekanan jual, seperti Shanghai yang melemah 0,96%, Nikkei Jepang anjlok 1,27%, dan Hang Seng Hong Kong turun 0,11%. Namun, senada dengan IHSG, indeks Straits Times Singapura terpantau bergerak di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,71%.