Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (24/6/2026) dengan koreksi tajam. Indeks utama Bursa Efek Indonesia itu turun 217,45 poin atau 3,56 persen dan ditutup di posisi 5.883.
Tekanan terhadap pasar saham domestik terjadi di tengah perhatian pelaku pasar terhadap keputusan MSCI yang menunda peninjauan terhadap pasar saham Indonesia. Meski demikian, Indonesia masih tetap dipertahankan dalam kategori Emerging Markets.
Pelemahan juga terjadi pada indeks saham unggulan. Indeks LQ45 ditutup turun 20,26 poin atau 3,39 persen ke level 578,16, mencerminkan tekanan yang cukup luas pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah turut bergerak melemah. Mata uang Garuda terdepresiasi 0,55 persen dan berada di posisi Rp17.943 per dolar AS pada akhir perdagangan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, total nilai transaksi saham sepanjang hari mencapai Rp15,15 triliun. Volume saham yang berpindah tangan tercatat sebanyak 26,94 miliar saham dengan frekuensi transaksi sekitar 2,03 juta kali.
Pergerakan IHSG sejak sesi pagi hingga siang berlangsung volatil. Indeks sempat bergerak di area tertinggi 6.171, sebelum melemah lebih dalam hingga menyentuh level terendah harian di 5.876.
Tekanan jual mendominasi perdagangan dengan 611 saham ditutup melemah. Sementara itu, hanya 98 saham yang berhasil menguat dan 104 saham lainnya bergerak stagnan.