Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar resmi menjadi panggung utama bagi perhelatan berskala internasional, Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026. Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari 10 hingga 12 Juli ini, menjadi titik temu bagi para investor, diplomat, akademisi, serta pemimpin bisnis dari sepuluh negara, termasuk Indonesia, India, Amerika Serikat, hingga Uni Emirat Arab.
Mengusung tema "Towards Dharmanomics: Designing the Future", konferensi ini bertujuan memperkenalkan paradigma ekonomi baru yang mengedepankan nilai-nilai Dharma sebagai fondasi. Dato’ Pardip K. Kukreja, Ketua Global Hindu Entrepreneur Network (GHEN), menekankan bahwa konsep Dharmanomics bukanlah tentang profitabilitas semata, melainkan integrasi antara etika, keberlanjutan, dan kesejahteraan kolektif dalam setiap lini bisnis.
Pemerintah Indonesia menunjukkan dukungan kuat terhadap inisiatif ini. Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, memberikan perhatian khusus pada pemberdayaan generasi muda Hindu untuk lebih kompetitif di era ekonomi kreatif dan teknologi. Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menyoroti potensi besar Bali sebagai destinasi unggulan untuk pengembangan wisata kebugaran (wellness tourism) yang berbasis pada kearifan lokal.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi nyata di bidangnya, panitia menganugerahkan Prajaniti Dharmaraja Award 2026 kepada sejumlah tokoh inspiratif nasional dan internasional. Penghargaan ini diberikan kepada figur-figur yang dinilai mampu memadukan integritas kepemimpinan dengan upaya pengembangan ekonomi dan sosial di lingkup global.
Selain diskusi strategis dan jejaring bisnis, konferensi ini juga membuka akses bagi masa depan dengan memberikan kesempatan bagi 100 mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan investor global. Langkah ini dipandang sebagai upaya konkret untuk membangun ekosistem kewirausahaan Hindu yang tangguh dan berdaya saing tinggi di pasar dunia.