JAKARTA – Memasuki usia ke-12, organisasi kemasyarakatan Pro Jokowi (Projo) menegaskan kembali komitmennya untuk menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam dinamika politik tanah air. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi, di sela-sela perayaan hari jadi organisasi tersebut di markas pusat Projo, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Minggu (23/8/2026).
Budi Arie menjelaskan bahwa perjalanan selama lebih dari satu dekade ini membuktikan eksistensi Projo yang tidak sekadar menjadi sukarelawan musiman. Berbeda dengan stereotipe kelompok relawan yang meredup usai pemilu, Projo terus bertransformasi sejak mengawal kemenangan Joko Widodo pada Pilpres 2014, mulai dari fase konsolidasi basis massa hingga menjadi gerakan advokasi kebijakan publik.
Salah satu tonggak penting dalam pergerakan organisasi ini adalah inisiasi Musyawarah Rakyat (Musra) pada 2022. Forum tersebut menjadi instrumen untuk menjaring suara murni dari akar rumput terkait kepemimpinan nasional. Aspirasi dari berbagai daerah inilah yang kemudian melandasi keputusan politik Projo dalam mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada kontestasi politik 2024.
Menyongsong era pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto, Projo memosisikan diri sebagai penghubung antara capaian pembangunan terdahulu dengan program penyempurnaan saat ini. Budi menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan tetap bersikap independen serta berani menyampaikan realitas kesulitan yang dihadapi masyarakat secara objektif kepada pengambil kebijakan.