Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi deteksi aktivitas tsunami pascagempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pusat gempa tersebut dilaporkan berada di laut, berjarak sekitar 30 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Berdasarkan pemutakhiran data peringatan dini BMKG, kenaikan permukaan air laut terpantau di beberapa stasiun pasang surut di kawasan NTT hingga Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan catatan BMKG, gelombang tertinggi terdeteksi di stasiun Maurole, Kabupaten Ende, dengan ketinggian mencapai 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.

Selain di Ende, kenaikan tinggi muka air laut dengan skala bervariasi juga terpantau di beberapa titik lain. Kawasan Pelabuhan Kewapante di Sikka mencatatkan tinggi gelombang 0,38 meter, disusul Labuan Bajo dengan 0,36 meter. Sementara itu, wilayah Flores Timur mendeteksi gelombang setinggi 0,25 meter, Sikka 0,19 meter, Dompu 0,17 meter, dan Bakalang-Alor setinggi 0,14 meter.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir terdampak, untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi bahaya lanjutan. Warga diminta terus memperbarui informasi resmi dari pihak berwenang dan mengikuti instruksi mitigasi bencana dari BPBD setempat.