PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terus mematangkan langkah strategisnya untuk bertransformasi menjadi strategic holding. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor telekomunikasi ini menargetkan proses restrukturisasi terhadap 10 entitas anak usahanya dapat selesai sepenuhnya pada semester pertama tahun 2026. Langkah efisiensi ini diambil untuk memperkuat peran perseroan dalam mengakselerasi digitalisasi di tanah air.

Dalam menyederhanakan struktur korporasi, Telkom melakukan perampingan portofolio melalui divestasi, penggabungan (merger), hingga pembubaran (likuidasi) anak usaha. Hingga Juni 2026, emiten berkode saham TLKM tersebut telah menyepakati divestasi dua entitas melalui penandatanganan kesepakatan jual beli (SPA), merampungkan merger dua anak perusahaan, serta memproses likuidasi enam entitas lainnya di lingkungan TelkomGroup.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menjelaskan bahwa transformasi ini menuntut keberanian organisasi untuk menata ulang fokus bisnis pada kompetensi utama. Telkom nantinya akan mengadopsi model Holding Company – Operating Company (HoldCo-OpCo). Sebagai HoldCo, Telkom fokus pada tata kelola dan sinergi, sementara entitas anak (OpCo) akan bergerak lincah pada empat pilar utama: B2C, B2B ICT, infrastruktur digital, dan bisnis internasional.

Penataan organisasi ini dinilai krusial untuk menghadapi dinamika industri digital global yang tumbuh pesat, terutama didorong oleh komputasi awan (cloud computing) dan kecerdasan buatan (AI). Berdasarkan laporan PwC per Juni 2026, pasar cloud di Indonesia diproyeksikan tumbuh rata-rata 14 persen per tahun (CAGR), dari nilai USD2,46 barat pada 2025 menjadi sekitar USD5,5 miliar pada 2031 mendatang.

Menjawab potensi tersebut, Telkom mengoptimalkan PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) yang mengelola 34 pusat data di Indonesia dan Singapura per akhir 2025. Infrastruktur ini diproyeksikan memperkuat posisi Indonesia sebagai pintu gerbang digital (regional gateway) AI di kawasan SIJORI (Singapura-Johor-Riau). Melalui penguatan infrastruktur digital ini, Telkom optimistis dapat menyokong pertumbuhan ekonomi digital nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.