Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat menangani dugaan insiden keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak mendapatkan pelayanan medis secara optimal di berbagai fasilitas kesehatan setempat.

Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI Trenggono, bersama Wakil Menteri Dalam Negeri meninjau langsung penanganan korban di Puskesmas Depapre, RSUD Yowari, hingga RSUP Jayapura pada Jumat (7/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan fasilitas medis yang memadai sekaligus memberikan dukungan moril kepada para pasien dan keluarganya.

Sebagai langkah mitigasi taktis, BGN memutuskan untuk menghentikan sementara operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kasih Iman Samuel Papua. Teguran keras juga dilayangkan kepada koordinator wilayah akibat lemahnya pengawasan dalam proses penyediaan makanan untuk masyarakat.

Hingga Jumat sore, tercatat sebanyak 219 penerima manfaat harus menjalani perawatan intensif. Sebanyak 83 pasien dirawat di RSUD Yowari, 61 pasien di Puskesmas Depapre, dan sisanya tersebar di sejumlah rumah sakit rujukan. Meski sebagian besar masih dirawat, delapan pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.

Dugaan awal mengarah pada penurunan kualitas menu tempe bacem yang dimasak terlalu awal sebelum disajikan. Kendati demikian, BGN menegaskan bahwa penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil uji laboratorium resmi yang nantinya akan dijadikan dasar evaluasi sistem pengawasan mutu pangan nasional.