Lanskap dunia usaha tengah mengalami pergeseran signifikan. Keberlanjutan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan telah menjelma menjadi komponen strategis yang turut menentukan daya saing dan masa depan perusahaan di berbagai sektor industri. Para pelaku bisnis kini dituntut untuk mengadopsi prinsip environmental, social, and governance (ESG) serta mendorong inovasi agar pertumbuhan usaha sejalan dengan penciptaan dampak positif jangka panjang.

Urgensi tersebut mengemuka dalam forum Sustainable Business Sharing Session bertajuk "Empowering Future Leaders through Entrepreneurial Sustainability" yang digelar oleh Olahkarsa bekerja sama dengan Universitas Ciputra Jakarta. Kegiatan ini mempertemukan kalangan industri dan akademisi guna mengupas secara mendalam hubungan antara semangat kewirausahaan, prinsip keberlanjutan, serta implementasi ESG dalam pengembangan bisnis modern.

Sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang profesional turut memberikan pandangan mereka, di antaranya Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian Eka Pebriansyah, Associate Professor Universitas Ciputra yang juga Deputy Head Export Kadin Jawa Timur Eric Harianto, Head of Sustainability, Security & Safety Arya Noble Group Oemar Saputra, serta CEO dan Co-Founder Olahkarsa Unggul Yoga Ananta.

Eric Harianto menekankan bahwa kewirausahaan memiliki dimensi yang jauh lebih luas dari sekadar mendirikan usaha baru. Menurutnya, kemampuan membaca peluang, menggerakkan inovasi, dan menciptakan nilai merupakan inti dari jiwa wirausaha. Ketika pendekatan ini dipadukan dengan komitmen terhadap keberlanjutan, maka potensi transformasi bisnis yang dihasilkan akan jauh lebih kuat dan berdampak.

Senada dengan itu, CEO Olahkarsa Unggul Yoga Ananta menegaskan pentingnya perusahaan menyelaraskan target pertumbuhan dengan upaya menciptakan dampak berkelanjutan. "Masa depan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menciptakan pertumbuhan, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan dampak yang berkelanjutan. Sehingga, entrepreneurship dan sustainability perlu diintegrasikan sebagai bagian dari strategi bisnis yang saling memperkuat," tegasnya.

Dari perspektif korporasi, Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian Eka Pebriansyah mengungkapkan bahwa aspek keberlanjutan telah menjadi salah satu variabel kunci dalam penyusunan strategi perusahaan. Ia meyakini organisasi yang mampu memadukan inovasi, tata kelola yang baik, dan komitmen keberlanjutan akan memiliki fondasi lebih kokoh untuk menghasilkan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Di sisi lain, Oemar Saputra dari Arya Noble Group berbagi pengalaman konkret dari sektor kecantikan dan wellness. Ia memaparkan bagaimana industri tersebut mengembangkan inovasi produk dan layanan yang tetap memperhatikan dampak terhadap kelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat sekitar.

Melalui kolaborasi ini, Olahkarsa dan Universitas Ciputra berkomitmen mendorong peningkatan literasi mengenai keterkaitan erat antara kewirausahaan dan keberlanjutan. Upaya tersebut dinilai krusial sebagai bekal bagi generasi calon pemimpin bisnis dalam menavigasi dinamika kebutuhan industri yang terus berubah di era transisi menuju ekonomi hijau.