CILEGON – Sebagai langkah taktis dan preventif dalam merespons ancaman sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Sekolah Bosowa Al Azhar Cilegon secara resmi mengalihkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dari tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan ini diambil demi memastikan keselamatan serta kesehatan seluruh peserta didik dan tenaga pendidik tetap terlindungi di tengah kondisi lingkungan yang berisiko.
Langkah penyesuaian sistem pendidikan tersebut merujuk pada arahan resmi Pemerintah Kota Cilegon melalui edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Meskipun aktivitas pembelajaran tatap muka di area sekolah dihentikan sementara mulai Senin (7/9), penyampaian materi, pemberian tugas, dan interaksi edukatif tetap berlangsung secara dinamis melalui infrastruktur pembelajaran digital yang telah disiapkan sekolah.
Chief Academic Officer (CAO) Sekolah Bosowa Al Azhar, Eko Ariyanto, menegaskan bahwa keselamatan warga sekolah menjadi prioritas utama. Penyesuaian skema belajar ini merupakan bentuk kepatuhan cepat manajemen sekolah terhadap arahan pemerintah daerah dalam mengantisipasi paparan abu vulkanik.
Di samping mengimbau orang tua dan siswa untuk tetap tenang serta mematuhi panduan kesehatan dari otoritas berwenang, Eko juga menekankan krusialnya kolaborasi antara pihak sekolah dan wali murid. Peran aktif orang tua dalam mendampingi anak selama masa PJJ sangat diharapkan agar proses akademik tetap berjalan optimal walau dari rumah.
Manajemen Sekolah Bosowa Al Azhar Cilegon terus memantau perkembangan situasi bencana vulkanik serta berkoordinasi secara berkala dengan Pemkot Cilegon dan Dinas Pendidikan setempat. Kebijakan PJJ ini akan terus dievaluasi hingga kondisi kualitas udara dan lingkungan dinyatakan sepenuhnya aman untuk kegiatan belajar tatap muka.