Ekuador memastikan langkah ke fase gugur Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan penting atas Jerman pada pertandingan terakhir Grup E. Bermain di Stadion New York/New Jersey, Jumat (26/6/2026) dini hari WIB, La Tri menutup laga dengan skor 2-1.
Kemenangan tersebut membuat Ekuador mengoleksi empat poin dari tiga pertandingan. Jumlah itu cukup untuk mengantar mereka lolos ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Jerman sebenarnya membuka pertandingan dengan start menjanjikan. Leroy Sané membawa Die Mannschaft unggul cepat ketika laga baru berjalan dua menit. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama setelah Nilson Angulo menyamakan kedudukan sekaligus membangkitkan momentum Ekuador pada menit kesembilan.
Pertandingan kemudian berjalan ketat hingga babak kedua. Ekuador akhirnya memastikan kemenangan melalui gol Gonzalo Plata pada menit ke-77. Gol tersebut menjadi penentu sekaligus memastikan La Tri mengamankan tempat di fase gugur.
Dengan tambahan tiga poin, Ekuador menempati posisi teratas dalam klasemen sementara tim peringkat ketiga terbaik. Posisi mereka dipastikan aman dan tidak lagi dapat terlempar dari delapan besar daftar tersebut.
Ekuador menjadi tim kedua yang lolos melalui skema peringkat ketiga terbaik setelah Bosnia-Herzegovina. Kedua tim sama-sama mengumpulkan empat poin dari tiga laga, meski masih ada sejumlah negara lain yang belum menyelesaikan seluruh pertandingan fase grup.
Persaingan untuk memperebutkan enam tiket tersisa dari jalur ini masih terbuka. Beberapa tim seperti Swedia, Kroasia, Korea Selatan, Aljazair, Paraguay, dan Skotlandia masih berada dalam daftar kandidat, dengan jumlah poin dan selisih gol yang akan sangat menentukan posisi akhir.
Dalam format Piala Dunia 2026, FIFA menggabungkan seluruh tim yang finis di peringkat ketiga dari 12 grup ke dalam satu klasemen khusus. Dari daftar tersebut, hanya delapan tim dengan catatan terbaik yang berhak melaju ke babak 32 besar.
Penentuan peringkat dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria. Faktor pertama adalah jumlah poin, kemudian selisih gol, disusul jumlah gol yang dicetak. Jika masih terdapat kesamaan, catatan fair play berupa akumulasi kartu selama fase grup akan menjadi pembeda.
Apabila seluruh indikator tersebut tetap tidak menghasilkan perbedaan, FIFA akan menggunakan ranking dunia sebelum Piala Dunia 2026 dimulai sebagai dasar penentuan. Sistem ini membuat setiap gol, kartu, dan hasil pertandingan fase grup memiliki pengaruh besar terhadap peluang lolos.