Tim peneliti dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berhasil mengidentifikasi potensi besar flora endemik Indonesia sebagai bahan baku obat antikanker. Riset yang dipimpin oleh Dr. Ratih Dewi Saputri, akademisi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unesa, berfokus pada pemanfaatan keanekaragaman hayati lokal untuk menciptakan metode terapi yang lebih aman dan minim efek samping.

Proyek riset yang telah berjalan selama lebih dari delapan tahun ini mengeksplorasi kekayaan tanaman tropis dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatra, Bangka Belitung, Jawa, Kalimantan, hingga kawasan Indonesia Timur. Melalui metode fitokimia modern, tim peneliti sukses mengisolasi senyawa bioaktif baru dari genus Garcinia dan Flemingia yang memiliki aktivitas antioksidan serta antikanker yang kuat.

Penelitian ini secara khusus diarahkan untuk menemukan solusi pengobatan bagi kanker serviks dan kanker payudara, dua jenis kanker dengan tingkat prevalensi tertinggi pada perempuan. Guna mempercepat penemuan senyawa yang paling efektif, tim riset menerapkan teknologi terkini seperti pemodelan komputer melalui molecular docking serta metode network pharmacology.

Dr. Ratih menjelaskan bahwa misi utama dari inovasi ini adalah mengoptimalkan biodiversitas Nusantara agar memberikan dampak nyata bagi kesehatan global. Selain menghasilkan luaran berupa hak kekayaan intelektual (HAKI) dan publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi, riset berkelanjutan ini juga memperkuat kolaborasi akademis lintas sektor.