PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) secara resmi memperluas jangkauan bisnisnya ke sektor energi surya setelah menuntaskan akuisisi 100 persen saham PT Endorshine Energy Solution (EES). Langkah strategis ini menandai masuknya emiten energi terbarukan tersebut ke dalam pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang beroperasi di wilayah Batam dan Bintan, Kepulauan Riau.

Aksi korporasi ini dijalankan melalui dua anak usaha ARKO, yaitu PT Arkora Tenaga Matahari (ATM) dan PT Arjuna Hidro (AJ). Proses akuisisi dinyatakan rampung secara hukum pada 24 Agustus 2026, menyusul diterimanya Surat Penerimaan Pemberitahuan Data Perseroan EES dari Menteri Hukum Republik Indonesia. Sebelumnya, penandatanganan tiga Akta Jual Beli Saham dengan pemilik terdahulu, Yang Solar Solutions Pte Ltd, telah dilakukan pada 12 Agustus 2026.

Pascatransaksi ini, ATM kini memegang kepemilikan mayoritas sebesar 99,99 persen saham EES, sementara AJ menguasai sisa 0,01 persen. EES kini resmi berstatus sebagai anak usaha tidak langsung ARKO. Melalui akuisisi ini, ARKO mendapatkan tambahan kapasitas pembangkit bersih sebesar 21,3 MWp yang bersumber dari PLTS Bintan berkapasitas 10,27 MWp dan PLTS Batam sebesar 11,05 MWp.

Masuknya aset baru ini mendiversifikasi portofolio ARKO yang sebelumnya fokus pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Kini, total kapasitas pembangkit terkontrak perseroan melonjak menjadi 84,1 MW, yang terdiri atas enam proyek PLTA dan dua proyek PLTS. Di samping itu, perusahaan juga mengantongi rencana pengembangan (pipeline) proyek energi hijau hingga lebih dari 300 MW.

Presiden Direktur ARKO, Aldo Artoko, menyatakan bahwa akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk memperluas kontribusi perusahaan dalam penyediaan energi bersih guna mendukung percepatan transisi energi nasional. Manajemen juga memastikan bahwa transaksi pembelian saham ini telah memenuhi seluruh syarat pendahuluan dan tidak tergolong sebagai transaksi material maupun benturan kepentingan berdasarkan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).