Dua raksasa korporasi Indonesia, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), resmi memperluas lini bisnis mereka ke sektor energi hijau. Langkah strategis ini direalisasikan melalui keterlibatan kedua emiten dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap II. Proyek strategis tersebut diselenggarakan oleh BPI Danantara melalui PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera).
Menurut analisis dari Phintraco Sekuritas yang dirilis pada Kamis (16/7/2026), langkah ekspansi ini diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi kedua perusahaan. Selain meningkatkan diversifikasi portofolio, keterlibatan ini secara signifikan memperkuat posisi mereka di sektor energi baru terbarukan (EBT) yang tengah berkembang pesat di tanah air.
Dalam proyek ini, anak usaha tidak langsung dari TPIA, yakni PT Chandra Waste Energy, berkolaborasi dengan perusahaan asing, Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc., di bawah bendera Konsorsium Masa Depan Energi Indonesia. Konsorsium ini memenangkan hak pengelolaan untuk proyek PSEL Serang Raya yang ditargetkan mampu mengolah hingga 1.161 ton sampah per hari menjadi pasokan listrik.
Sebagai informasi, PT Chandra Waste Energy yang kini dimiliki penuh oleh PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) merupakan hasil transformasi bisnis. Perusahaan yang didirikan pada tahun 2025 dengan nama awal PT Chandra Global Maritim (CGM) ini awalnya berfokus pada industri transportasi laut sebelum akhirnya beralih haluan ke bisnis pengolahan sampah ramah lingkungan.