Fenomena Erling Haaland di Piala Dunia 2026 kini telah melampaui batas lapangan hijau. Penyerang bertinggi badan 196 sentimeter ini tidak hanya mencuri perhatian berkat ketajamannya mencetak gol bagi tim nasional Norwegia, tetapi juga mulai mendominasi industri mode global melalui pengaruh gaya busananya yang khas.

Pasca penampilan impresifnya yang menyingkirkan Brasil di babak 16 besar, popularitas Haaland di ranah digital meroket drastis, dengan tambahan lebih dari 11 juta pengikut di Instagram. Penggemar kini tidak lagi sekadar menyoroti aksinya saat bertanding, melainkan juga kiblat fesyen yang ia peragakan, mulai dari label mewah seperti Loewe, Chanel, hingga koleksi langka dari rumah mode Hermes.

Dampak ekonomi dari popularitas sang striker pun sangat nyata. Produk-produk yang ia gunakan, termasuk ikat rambut sederhana asal Oslo, kini ludes diborong pasar. Bahkan, jersey tim nasional Norwegia dilaporkan mengalami kelangkaan stok akibat tingginya permintaan, dengan harga di pasar sekunder yang melonjak hingga melampaui 400 dolar AS menjelang laga krusial kontra Inggris.

Scott Kerr, pendiri Silvertone Consulting, menilai bahwa daya jual Haaland di industri komersial saat ini berada pada titik tertinggi. Menurutnya, profil sang pemain sebagai ikon gaya hidup internasional akan terus menguat seiring dengan konsistensi prestasinya di turnamen, menjadikannya salah satu sosok paling berpengaruh dalam kolaborasi lintas industri antara olahraga dan fesyen mewah.