PANGKALPINANG — Pesatnya perkembangan era digital menuntut pembentukan kecerdasan digital sejak usia dini. Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Sentosa, memberikan edukasi literasi digital saat bertindak sebagai pembina upacara di SD Santa Theresia I Pangkalpinang, Senin (7/9/2026).
Dalam pengarahannya, Eko menekankan bahwa anak-anak yang tumbuh sebagai Generasi Alfa harus mampu menjadi pihak yang mengendalikan teknologi, bukan justru dikendalikan oleh perangkat gawai. Menurutnya, membatasi penggunaan gawai bukan berarti melarang sepenuhnya, melainkan mengarahkan agar teknologi dimanfaatkan secara positif untuk menunjang pendidikan dan memperluas cakrawala informasi.
Eko menjelaskan, penanaman literasi digital di tingkat sekolah dasar merupakan langkah strategis pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul menuju visi Generasi Emas 2045. Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak sekolah yang dinilai proaktif memberikan ruang edukasi penggunaan teknologi secara sehat dan aman bagi para siswanya.
Sementara itu, Kepala SD Santa Theresia I Pangkalpinang, Eufrasia Eka Guslianti, mengungkapkan bahwa pihak sekolah secara sengaja mengundang Diskominfo Babel untuk memberikan pemahaman langsung kepada murid. Langkah ini diambil karena makin tingginya intensitas interaksi anak-anak dengan gawai dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dibutuhkan panduan moral dan batasan yang jelas agar mereka tetap bijak dalam bertindak.
Eufrasia menambahkan, tantangan terbesar dalam pendampingan anak di era digital adalah masa pengawasan saat mereka berada di rumah. Karena kontrol di sekolah terbatas pada jam pelajaran, ia mengimbau peran aktif orang tua untuk melanjutkan pengawasan dan edukasi gawai secara konsisten. Sinergi antara pemerintah, pihak sekolah, dan keluarga dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan pemanfaatan teknologi yang sehat bagi anak-anak.