Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan respons positif terhadap wacana penambahan jumlah peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. Menurutnya, perluasan format turnamen paling bergengsi di dunia tersebut akan membuka ruang persaingan yang lebih adil dan kompetitif bagi negara-negara berkembang di kancah sepak bola internasional.

Erick menegaskan bahwa wacana ini harus disikapi sebagai motivasi untuk terus memperkuat fondasi sepak bola tanah air. Baginya, prioritas utama saat ini adalah memastikan investasi dan program pembinaan usia dini terus berjalan secara konsisten demi mendongkrak kualitas serta peringkat FIFA tim nasional Indonesia.

Dalam keterangannya, Erick juga menyinggung pentingnya optimalisasi program FIFA Forward. Skema pendanaan dari federasi sepak bola dunia tersebut dinilai sangat krusial dalam membantu asosiasi anggota, termasuk PSSI, untuk membangun infrastruktur serta mematangkan persiapan skuad nasional di berbagai kelompok umur.

Meskipun usulan ekspansi ini menuai pro dan kontra, terutama dari beberapa konfederasi sepak bola yang menyatakan keberatan, Erick memiliki sudut pandang yang berbeda. Ia menilai keterlibatan lebih banyak negara justru akan melahirkan dinamika kompetisi yang lebih menarik dan inklusif.

Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino mengungkapkan bahwa opsi penambahan kuota hingga 64 tim untuk edisi 2030 akan dikaji lebih lanjut pasca-penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Format 48 tim yang diterapkan pada Piala Dunia 2026 sendiri dianggap telah sukses memberikan dampak positif terhadap globalisasi sepak bola.