Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tengah mematangkan persiapan program layanan kesehatan kunjungan rumah atau Homecare. Inisiatif ini mendapat respons positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember, khususnya dari Ketua Fraksi Gerindra, Hanan Kukuh Ratmono, yang menilai program tersebut sebagai langkah konkret dalam pemerataan akses medis.
Hanan menjelaskan bahwa kehadiran layanan ini akan sangat membantu masyarakat dengan keterbatasan mobilitas. Alih-alih harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) atau rumah sakit, pasien yang memenuhi kriteria nantinya akan langsung didatangi oleh tenaga medis di kediaman masing-masing.
Kendati demikian, ia menekankan pentingnya akurasi sasaran program. Layanan jemput bola ini diprioritaskan bagi kelompok rentan yang membutuhkan penanganan khusus di rumah, seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta penderita penyakit kronis.
Agar pelaksanaannya berjalan efektif, legislator dari Partai Gerindra tersebut meminta adanya sinergi yang kuat antara puskesmas dan pemerintah desa. Keterlibatan perangkat desa dinilai krusial dalam mendata dan memandu petugas medis menuju lokasi pasien guna menghindari keterlambatan penanganan.
Lebih jauh, Hanan mengusulkan agar layanan Homecare ini dapat diakses selama 24 jam penuh serta mampu menjangkau wilayah pelosok Jember. Menurutnya, kebutuhan darurat medis tidak mengenal waktu, dan warga di kawasan terpencil adalah pihak yang paling membutuhkan bantuan karena kendala jarak ke fasilitas kesehatan terdekat.