Stadion Atlanta menjadi saksi bisu momen emosional ketika Lionel Messi tak kuasa membendung air matanya sesaat setelah peluit akhir dibunyikan. Ikon sepak bola Argentina ini tampak terpukul sekaligus lega, merayakan kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir yang memastikan langkah timnya melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026.
Argentina sempat berada di tepi jurang eliminasi setelah tertinggal dua gol melalui aksi Yasser Ibrahim dan Mostafa Zico. Situasi kian pelik bagi sang juara bertahan setelah Messi gagal mengonversi peluang dari titik putih pada babak pertama, sebuah catatan minor yang menambah beban psikologis tim di tengah tekanan publik yang sangat besar.
Namun, babak kedua menjadi panggung pembuktian bagi mentalitas juara La Albiceleste. Dalam kurun waktu hanya 14 menit, Argentina membalikkan keadaan melalui gol Cristian Romero, disusul eksekusi brilian Messi, dan sundulan penentu kemenangan dari Enzo Fernández di masa injury time. Keajaiban ini sempat diprediksi hanya memiliki peluang kemenangan sebesar 0,6 persen saat kedudukan masih 2-1.
Di usianya yang menginjak 39 tahun, Messi kembali menegaskan bahwa kecerdasan bermainnya melampaui keterbatasan fisik. Ia kini mencatatkan rekor fenomenal sebagai pemain pertama yang mencetak gol dalam enam pertandingan fase gugur Piala Dunia secara berturut-turut. Konsistensi ini membuat Argentina tetap menjadi momok menakutkan bagi tim pesaing, termasuk Inggris yang kini harus mewaspadai kekuatan skuad asuhan Lionel Scaloni tersebut.
Kemenangan ini bukan sekadar hasil statistik, melainkan simbol ketangguhan mental tim yang menolak menyerah meski dalam kondisi tertekan. Dengan tiket perempat final di tangan, Argentina kini menanti pemenang antara Swiss atau Kolombia, sembari terus menjaga asa publik untuk melihat sang kapten merajut kembali kisah kejayaan di panggung tertinggi sepak bola dunia.