PURUK CAHU – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya, Tuti Marheni, menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia pendidikan di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Ia menegaskan perlunya langkah konkret dan kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan untuk mengawasi serta membimbing anak-anak agar tidak terpengaruh oleh dampak negatif era digital.

Menurut Tuti, pesatnya arus globalisasi memengaruhi pola pikir dan proses tumbuh kembang anak secara signifikan. Tanpa adanya arahan dan pengawasan yang tepat dari lingkungan terdekat, kemajuan teknologi berpotensi mengarahkan generasi muda pada pemahaman yang keliru serta penurunan kualitas karakter.

Secara khusus, legislator daerah ini mendorong Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui Dinas Pendidikan setempat untuk aktif melahirkan pelbagai inovasi program yang edukatif. Langkah tersebut dinilai krusial guna mengasah kreativitas anak sekaligus mengalihkan perhatian mereka dari kecanduan permainan daring (game online) yang kian marak.

Tuti menambahkan bahwa keberhasilan memproteksi generasi muda membutuhkan sinergi yang kuat antara jajaran pemerintah, satuan pendidikan di sekolah, dan pengawasan melekat dari orang tua di rumah. Melalui kolaborasi terpadu ini, anak-anak di Murung Raya diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak serta tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter unggul.