TANJUNG REDEB — Pola pembinaan cabang olahraga di Kabupaten Berau menjadi sorotan tajam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Arman Nofriansyah, yang menjabat Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, secara terbuka mempertanyakan landasan yang digunakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau dalam menentukan cabang olahraga mana yang layak mendapat dukungan untuk mengikuti berbagai kejuaraan.
Arman menilai bahwa pembinaan olahraga di daerah seharusnya berpijak pada indikator yang terukur dan transparan, khususnya capaian prestasi serta potensi kontribusi perolehan medali bagi Kabupaten Berau. Namun, ia menemukan adanya ketimpangan antara hasil Babak Kualifikasi (BK) Porprov Kaltim 2026 dengan kebijakan fasilitasi yang diberikan Dispora kepada sejumlah cabang olahraga.
"Kalau ukuran utamanya adalah prestasi, maka hasil BK Porprov semestinya menjadi salah satu pertimbangan paling kuat. Dari sana terlihat cabor mana yang memang memiliki peluang besar menyumbang medali," tegas Arman, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian KONI Berau.
Legislator tersebut mengungkapkan bahwa hingga saat ini ia belum memperoleh penjelasan mengenai formula atau mekanisme yang diterapkan Dispora dalam menetapkan prioritas pembinaan. Menurutnya, ketidakjelasan indikator ini berpotensi menimbulkan polemik di kalangan pengurus maupun atlet yang merasa tidak mendapatkan perlakuan adil.
Sebagai contoh konkret, Arman menyebut adanya satu cabang olahraga yang berhasil meraih hingga 28 medali pada BK Porprov 2026, namun ironisnya hanya diberikan satu kesempatan tampil dalam agenda kejuaraan dengan kuota atlet yang sangat terbatas. Kondisi ini dinilainya memprihatinkan, terlebih mengingat upaya yang telah dilakukan pihak DPRD dalam mendorong peningkatan anggaran sektor olahraga.
"Ketika kita memperjuangkan tambahan anggaran, harapannya tentu pembinaan semakin kuat. Jangan sampai cabor yang sudah menunjukkan hasil justru tidak mendapat dukungan yang maksimal," ujarnya dengan nada tegas.
Perhatian khusus juga diberikan Arman terhadap cabang atletik yang selama ini terbukti menjadi salah satu penyumbang prestasi andalan bagi Berau. Ia menegaskan bahwa rekam jejak perolehan medali atletik di BK Porprov seharusnya menjadi dasar kuat bagi Dispora untuk memberikan porsi perhatian lebih besar dalam program pembinaan.
Guna memperbaiki situasi ini, Arman mendorong Dispora Berau untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan KONI dalam menyusun strategi pembinaan olahraga. Ia menyebut bahwa KONI memiliki data pemetaan yang komprehensif mengenai perkembangan, potensi, dan peluang prestasi masing-masing cabang olahraga di daerah.
"Penentuan prioritas harus berdasarkan kajian bersama. KONI memiliki data dan pemetaan terkait cabor yang punya peluang besar, sehingga dukungan bisa diarahkan kepada cabang yang benar-benar siap bersaing," jelasnya.
Arman berharap evaluasi menyeluruh terhadap pola pembinaan olahraga segera dilaksanakan agar alokasi anggaran dapat dimanfaatkan secara lebih efektif dan tepat sasaran. Langkah ini diyakini krusial dalam mendukung pencapaian target prestasi Kabupaten Berau pada ajang Pekan Olahraga Provinsi mendatang. Keterbukaan dan objektivitas dalam penentuan skala prioritas, menurutnya, merupakan kunci utama agar pembinaan atlet berjalan tanpa menimbulkan persoalan.