Tingginya minat masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri, khususnya ke Penang, Malaysia, menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Irma Suryani, mendesak pemerintah untuk segera mempelajari kebijakan kesehatan Malaysia demi menciptakan biaya layanan medis yang lebih kompetitif di dalam negeri.

Dalam pertemuan BURT bersama direksi RS Sentra Medika Hospital di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Irma menegaskan bahwa kualitas dan keahlian tenaga medis di Indonesia sebenarnya tidak kalah saing dengan negara tetangga. Namun, daya saing tersebut masih terhambat oleh tingginya biaya operasional medis yang dibebankan kepada pasien.

Untuk mengatasi masalah tersebut, legislator dari Fraksi Partai NasDem ini mengusulkan agar pemerintah memberikan stimulus berupa pemangkasan atau diskresi pajak untuk alat-alat kesehatan dan obat-obatan. Kebijakan ini dinilai krusial baik bagi rumah sakit pemerintah maupun swasta guna menekan tarif pelayanan sehingga masyarakat lebih memilih berobat di dalam negeri.

Selain faktor biaya, aspek komunikasi antara dokter dan pasien juga menjadi sorotan penting. Irma menekankan perlunya para tenaga medis membangun komunikasi yang lebih interaktif dan bijaksana saat menjelaskan diagnosis. Sebaliknya, pasien juga diharapkan lebih aktif bertanya mengenai detail pengobatan, efek samping obat, dan rencana terapi yang diberikan.

Di sisi lain, anggota Komisi IX DPR RI ini juga menyoroti ketimpangan kesejahteraan tenaga kesehatan (nakes) di tingkat daerah, di mana masih ditemukan perawat dengan upah yang sangat minim. Irma mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah, salah satunya dengan mengoptimalkan instrumen dana transfer ke daerah untuk mendongkrak kesejahteraan nakes secara merata.