Sebanyak 115 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mahasiswa, serta pegiat literasi berkumpul di Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, untuk mengikuti bedah buku bertajuk "UMKM Naik Kelas: Dari Usaha Kecil Menuju Bisnis Berdaya Saing". Kegiatan kolaboratif ini dirancang sebagai ruang belajar bersama sekaligus memperkuat jejaring kemitraan antar-pelaku usaha lokal di wilayah Depok, Sleman.

Acara ini diselenggarakan atas kerja sama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani. Inisiatif ini berupaya mengintegrasikan gerakan literasi dengan pemberdayaan ekonomi riil masyarakat. Selain menghadirkan penulis buku Tri Darmini dan praktisi UMKM Afika Rahman sebagai narasumber, diskusi ini turut dihadiri Kepala DPAD DIY Ir Syam Arjayanti.

Dalam pemaparannya, Rahayu Widi Nuryani menekankan pentingnya membangun budaya membaca dari lingkup terkecil, yakni keluarga. Menurutnya, literasi bisnis sangat krusial bagi pelaku UMKM agar mereka tidak sekadar memandang usaha sebagai pemenuh kebutuhan harian, melainkan sebagai entitas bisnis yang berpotensi tumbuh berkelanjutan dalam jangka panjang.

Senada dengan hal tersebut, Tri Darmini selaku penulis menjelaskan bahwa esensi "naik kelas" bagi UMKM tidak hanya diukur dari lonjakan omzet. Aspek fundamental seperti kepemilikan legalitas usaha, kedisiplinan pencatatan keuangan, konsistensi mutu produk, kemasan yang menarik, serta adaptasi terhadap teknologi digital menjadi pilar utama. Langkah konkret dapat dimulai dari hal sederhana, seperti memisahkan rekening pribadi dengan kas usaha.

Sementara itu, Plt Lurah Condongcatur, Budi Arto, menyampaikan komitmen pemerintah kalurahan dalam mendukung penguatan ekosistem UMKM melalui fasilitasi promosi dan perluasan kemitraan. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dari bedah buku ini dapat segera dipraktikkan demi menghasilkan perubahan nyata pada usaha masing-masing peserta.

Penguatan sektor UMKM di tingkat lokal ini sejalan dengan kontribusi strategisnya secara nasional, di mana UMKM menyumbang sekitar 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap 97 persen tenaga kerja. Di tingkat regional, Pemerintah DIY sendiri telah menyediakan platform SiBakul Jogja untuk mendampingi pelaku usaha dalam mengakses sertifikasi halal, izin usaha, hingga perluasan pasar digital.