Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) mengambil langkah progresif dengan mengintegrasikan mata kuliah kewirausahaan langsung ke dalam ekosistem inkubasi bisnis praktis. Melalui penerapan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) terbaru yang diinisiasi oleh Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI), pihak kampus bertekad melahirkan generasi wirausaha muda yang mandiri dari kalangan mahasiswa.

Langkah strategis ini disepakati dalam pertemuan tahunan Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (AFEB PTMA) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dokumen RPS yang diluncurkan tersebut menjadi pedoman seragam bagi seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah se-Indonesia dalam memperkuat pilar kewirausahaan mahasiswa secara terstruktur.

Dekan FEB UMS, Prof. Dr. Muzakar Isa, menegaskan bahwa transformasi ini bertujuan mengubah paradigma belajar mahasiswa dari yang semula sekadar memenuhi tugas akademik menjadi aksi nyata pembuatan unit usaha. Keberadaan inkubator bisnis berbasis kelas ini diproyeksikan sebagai jembatan kokoh bagi mahasiswa untuk menguji pasar dan mematangkan konsep bisnis mereka secara riil.

Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan FEB UMS, Aflit Nuryulia Praswati, menambahkan bahwa kurikulum baru ini mengusung pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Mahasiswa tidak hanya dibekali teori di ruang kelas, tetapi juga diwajibkan menjalani proyek mini, melakukan riset validasi ide, serta menguji langsung kelayakan produk mereka di pasar umum.

Kurikulum kewirausahaan ini dirancang khusus oleh tim MCEBI yang dipimpin oleh Dr. Endang Rudiatin bersama Andy Dwi Bayu Bawono dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Tujuan utamanya adalah mencetak figur 'Muslimtechnopreneur' yang tidak hanya memiliki kecakapan bisnis dan teknologi, tetapi juga dibekali kepemimpinan yang berintegritas serta berkarakter islami.