Kota Tanjungpinang resmi memberangkatkan kontingen olahraganya untuk berkompetisi di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Provinsi Kepulauan Riau ke-X Tahun 2026 yang akan digelar di Kabupaten Karimun. Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota, pada Jumat (26/6).

Sebanyak 179 atlet pelajar akan mewakili Kota Tanjungpinang dalam kompetisi tersebut, didampingi oleh 34 pelatih dan ofisial. Mereka akan bertarung di sepuluh cabang olahraga, meliputi atletik, renang, pencak silat, bulutangkis, tenis lapangan, tenis meja, sepak takraw, bola voli, bola basket, dan sepak bola. Gelaran POPDA Kepri X dijadwalkan berlangsung mulai 29 Juni hingga 9 Juli 2026.

Dalam arahannya, Lis Darmansyah menekankan bahwa POPDA memiliki makna yang jauh melampaui sekadar ajang adu ketangkasan. Menurutnya, kompetisi ini merupakan instrumen strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga memiliki karakter tangguh, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas.

"Jadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengharumkan nama Kota Tanjungpinang. Optimisme adalah kunci. Naluri, insting, dan mental bertanding harus terus diasah," tutur Lis kepada seluruh atlet yang hadir dalam prosesi pelepasan.

Kepala daerah tersebut juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh atlet yang telah berhasil melewati proses seleksi ketat hingga terpilih memperkuat barisan kontingen. Ia menyebut pencapaian itu sebagai buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan bakat alami yang dimiliki para pelajar.

Lebih lanjut, Lis menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk terus memperkuat ekosistem pembinaan olahraga pelajar sebagai investasi jangka panjang. Dukungan tersebut diwujudkan melalui program pelatihan berkelanjutan, peningkatan fasilitas, serta berbagai bentuk pendampingan lainnya. Pada gelaran kali ini, Tanjungpinang memasang target tinggi, yakni merebut predikat juara umum.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tanjungpinang, Ruly Friadi, mengungkapkan bahwa seluruh atlet yang diberangkatkan telah melewati tahapan seleksi dan pembinaan secara sistematis sesuai standar masing-masing cabang olahraga. Dispora bersama pengurus cabor dan para pelatih telah melakukan persiapan menyeluruh, mulai dari proses seleksi awal, pemusatan latihan, hingga penguatan mental bertanding.

"Kami optimistis para atlet Kota Tanjungpinang mampu memberikan penampilan terbaik. Keikutsertaan dalam POPDA bukan semata-mata mengejar medali, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan atlet usia pelajar yang diharapkan mampu menjadi regenerasi menuju tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional," jelas Ruly.

Sebagai bentuk perlindungan terhadap keselamatan para atlet selama kompetisi, Pemerintah Kota Tanjungpinang turut menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada perwakilan atlet. Lis menyatakan bahwa jaminan sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah agar seluruh atlet dapat bertanding dengan rasa aman dan fokus penuh.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh semangat, ditandai dengan penyerahan bendera kontingen dari Wali Kota kepada Ketua Kontingen. Acara tersebut disaksikan oleh unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, jajaran KONI dan Bapopsi Kota Tanjungpinang, para pelatih, ofisial, serta orang tua atlet. Seluruh elemen berharap kontingen Tanjungpinang dapat tampil gemilang dan membawa pulang prestasi membanggakan bagi masyarakat kota.