Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Arsari Group secara resmi mengumumkan pembentukan PT Infra Fiber Teknologi (IFT), sebuah platform infrastruktur fiber optik independen yang menerapkan model akses terbuka atau open access. Inisiatif strategis yang diluncurkan pada 2 Juli 2026 ini diproyeksikan menjadi katalis utama dalam mengakselerasi transformasi digital serta memperluas jangkauan konektivitas internet berkecepatan tinggi di seluruh penjuru Tanah Air.

Sebagai entitas independen, IFT akan mengelola jaringan serat optik sepanjang lebih dari 86.000 kilometer, mencakup infrastruktur backbone, kabel bawah laut domestik, hingga jaringan akses. Platform ini dirancang untuk melayani berbagai kebutuhan sektor telekomunikasi, mulai dari operator seluler dan perusahaan teknologi hingga penyedia layanan hyperscaler, dengan skema bisnis yang inklusif dan terbuka.

Kemitraan ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian investasi yang disepakati pada akhir 2025 lalu. Dalam transaksi tersebut, Indosat dan PT Aplikanusa Lintasarta mengalihkan kepemilikan saham IFT kepada PT Nusantara Fiber Teknologi milik Arsari Group. Melalui divestasi ini, Indosat menerima dana segar sebesar Rp11,7 triliun yang akan dialokasikan untuk memperkuat bisnis inti, termasuk ekspansi jaringan 5G dan pengembangan infrastruktur pendukung kecerdasan buatan (AI).

Deputy CEO & COO Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai instrumen pemerataan peluang. Menurutnya, daya saing Indonesia di kancah ekonomi digital global sangat bergantung pada kemampuan negara dalam menghubungkan masyarakat, dunia usaha, dan ekosistem digital secara merata.

Senada dengan hal tersebut, Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyatakan bahwa IFT adalah wujud nyata komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat. Dengan infrastruktur fiber kelas dunia, IFT diharapkan mampu menjembatani kesenjangan digital yang selama ini masih terkonsentrasi di kota-kota besar. Saat ini, 55 persen jaringan IFT telah menjangkau wilayah luar Pulau Jawa, dan perusahaan berkomitmen untuk terus memperluas penetrasi ke daerah-daerah yang akses layanannya masih terbatas.

Presiden Direktur PT Infra Fiber Teknologi, Hendry Syam, menambahkan bahwa mandat utama perusahaan melampaui sekadar operasional bisnis. Pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan konektivitas yang andal dan tepercaya, khususnya bagi wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal, sebagai langkah konkret dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat di seluruh pelosok Nusantara.