Pemerintah Kota Tanjungpinang berkomitmen penuh dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, mengajak para pelaku usaha lokal untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi guna memperluas jangkauan pasar.
Ajakan tersebut disampaikan Lis saat menutup agenda AIM ASEAN Roadshow Tanjungpinang yang dirangkai dengan Pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi Pelaku UMKM di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kamis. Menurutnya, pemanfaatan media digital kini menjadi kunci utama agar produk lokal mampu bersaing di kancah yang lebih luas.
Ia menekankan bahwa strategi promosi konvensional perlu diimbangi dengan digitalisasi. Melalui berbagai platform digital yang tersedia saat ini, para pelaku UMKM memiliki peluang besar untuk memperkenalkan produk unggulan daerah, seperti kuliner khas otak-otak, secara lebih masif dan efisien tanpa terbatasi ruang.
Selain mendorong transformasi digital UMKM, Pemerintah Kota Tanjungpinang juga tengah menyiapkan program inovatif untuk tahun mendatang guna membantu rumah tangga prasejahtera. Program tersebut berupa bantuan usaha peternakan ayam petelur yang dikelola secara berkelompok dengan target produksi mencapai 500 butir telur per hari setelah masa pemeliharaan tiga bulan.
Lis berharap sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus terjaga. Langkah kolaboratif ini diharapkan tidak hanya memberikan bantuan stimulus sementara, melainkan menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Tanjungpinang.