Mahasiswa baru Sekolah Vokasi IPB University didorong untuk jeli melihat berbagai keterbatasan di sekitar sebagai stimulus untuk melahirkan inovasi dan merintis dunia wirausaha sejak dini. Motivasi ini mengemuka dalam sesi talkshow Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) 63 bertajuk "Innopreneur: Menapak Karya, Nyalakan Inovasi: Merangkai Kreasi untuk Solusi" yang digelar di Bogor.

Menghadirkan Al Fiqie, CEO Export Tani Indonesia yang juga merupakan alumnus IPB University, forum tersebut menekankan pentingnya konsistensi dalam membangun bisnis. Al Fiqie menegaskan bahwa sebuah usaha yang sukses tidak melulu harus diawali dengan modal atau skala yang besar, melainkan dari langkah-langkah kecil yang ditekuni secara berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, ia membagikan kisah inspiratif di balik pendirian Export Tani Indonesia yang fokus mengoptimalkan komoditas lokal agar dapat bersaing di pasar global. Menurutnya, Indonesia menyimpan potensi pertanian yang luar biasa dengan nilai jual tinggi di mancanegara, yang dapat dioptimalkan jika generasi muda berani mengambil peluang di tengah keterbatasan.

Selain membangun relasi yang luas dan terus belajar dari kegagalan, ia menyarankan para mahasiswa untuk segera merealisasikan ide bisnis mereka tanpa menunda-nunda. Keberanian untuk melangkah sejak awal dinilai menjadi kunci penting dalam membentuk mentalitas wirausaha yang adaptif terhadap dinamika pasar.

IPB University sendiri turut memfasilitasi minat kewirausahaan mahasiswanya melalui program inovatif seperti Campus Preneur. Wadah ini dirancang khusus untuk membantu mahasiswa dalam merumuskan, menguji, dan mengembangkan gagasan bisnis mereka hingga siap menjadi solusi nyata bagi masyarakat.