Kementerian Sains dan Teknologi tengah merancang skema bantuan keuangan strategis melalui program subsidi bunga pinjaman sebesar 50 persen. Langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi dunia usaha agar lebih berani melakukan investasi pada pengembangan teknologi inti dan modernisasi operasional guna meningkatkan produktivitas.

Menteri Sains dan Teknologi Vu Hai Quan menegaskan bahwa kebijakan ini menempatkan sektor bisnis sebagai pusat dari ekosistem inovasi. Pemerintah berperan sebagai fasilitator yang menciptakan iklim investasi kondusif, terutama bagi perusahaan yang memiliki urgensi tinggi dalam melakukan transfer teknologi namun belum sepenuhnya terklasifikasi sebagai perusahaan sains dan teknologi.

Direktur Dana Inovasi Teknologi Nasional (NATIF), Bui Quang Minh, menjelaskan bahwa mekanisme ini akan dijalankan dengan prinsip pasar yang ketat. Pihak perbankan tetap memiliki wewenang penuh dalam penilaian risiko dan pemberian kredit, sementara negara berperan memberikan subsidi biaya bunga sebagai efek pengungkit (leverage) untuk memobilisasi modal dari masyarakat.

Skema subsidi ini mencakup dukungan hingga 50 persen dari total suku bunga pinjaman dengan batas maksimal 6 persen per tahun, serta durasi dukungan selama lima tahun. Prioritas akan diberikan kepada pelaku usaha yang bergerak di bidang teknologi tinggi dan strategis yang memiliki potensi memberikan dampak nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian.

Saat ini, pemerintah tengah menjalankan fase percontohan yang melibatkan 20 perusahaan untuk menguji efektivitas koordinasi antarlembaga. Program ini dijadwalkan berjalan hingga September 2026 sebagai upaya konkret dalam memperkuat kemandirian teknologi serta akselerasi transformasi digital di tingkat nasional.