Pemerintah tengah merancang mekanisme insentif baru berupa subsidi suku bunga bagi pelaku usaha yang melakukan investasi pada inovasi teknologi. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk menjadikan sains, teknologi, dan transformasi digital sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional, sesuai dengan mandat dalam Resolusi No. 57.

Menteri Sains dan Teknologi, Vu Hai Quan, menegaskan bahwa pelaku usaha harus menjadi pusat dari ekosistem inovasi. Dalam kerangka ini, negara hadir sebagai fasilitator yang menyediakan ekosistem pendukung, mulai dari infrastruktur hingga regulasi, guna menekan biaya investasi sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global.

Melalui program yang dikelola oleh NATIF, negara akan menanggung sebagian biaya bunga pinjaman bagi perusahaan yang melakukan transfer atau penerapan teknologi baru. Skema ini dirancang sebagai efek 'pengungkit' agar sektor swasta lebih berani melakukan peremajaan teknologi, bahkan bagi perusahaan yang sebelumnya belum terklasifikasi sebagai entitas berbasis sains dan teknologi.

Direktur NATIF, Bui Quang Minh, menjelaskan bahwa kebijakan ini tetap menjunjung tinggi prinsip pasar. Perbankan tetap memegang kendali penuh atas penilaian risiko dan persetujuan kredit, sementara negara berperan memberikan subsidi bunga hingga 50% atau maksimal 6% per tahun, dengan durasi dukungan selama lima tahun.

Sebagai langkah awal, kementerian berencana melaksanakan proyek percontohan yang melibatkan 20 perusahaan untuk memvalidasi efektivitas serta mekanisme koordinasi antarlembaga. Fase uji coba ini dijadwalkan berjalan hingga September 2026 sebelum kebijakan tersebut dievaluasi dan diperluas penerapannya secara nasional untuk memperkuat kemandirian teknologi dalam negeri.