Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berkomitmen memacu daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) nasional dengan mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Sentra Sasirangan Timbaan, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa transformasi sektor industri tanah air tidak hanya mengejar produktivitas semata, melainkan juga wajib mengadopsi proses produksi yang berkelanjutan. Upaya ini dirancang agar sejalan dengan prinsip industri hijau yang inklusif dan ramah lingkungan.

Proyek IPAL ini direalisasikan lewat Program Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri (DAPATI) di bawah koordinasi Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI). Program ini bertujuan untuk mempercepat penyerapan inovasi teknologi di kalangan pelaku usaha daerah sekaligus meminimalkan dampak buruk terhadap ekosistem sekitar.

Kepala BSKJI, Emmy Suryandari, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memprioritaskan pemanfaatan teknologi yang aplikatif, tetapi juga membekali para pengrajin dengan keahlian operasional mandiri. Sementara itu, Kepala BSPJI Banjarbaru, Oktaviyanto Jimat Wibowo, mengungkapkan bahwa inisiatif ini bermula dari keprihatinan atas pembuangan limbah pewarna kain sasirangan secara langsung ke tanah tanpa penyaringan.

IPAL yang dibangun memiliki kapasitas tampung mencapai 3.500 liter. Sistem pengolahan ini menggunakan metode tujuh bak filtrasi, yang mengombinasikan teknik elektrokoagulasi untuk mengendapkan kandungan logam dengan penyaringan alami memanfaatkan material lokal seperti ijuk, arang, sabut kelapa, pecahan genteng, hingga tanaman purun.

Berdasarkan uji laboratorium, fasilitas baru ini terbukti mereduksi senyawa berbahaya secara signifikan, termasuk menekan kadar hidrogen sulfida hingga 98,75 persen serta minyak dan lemak hingga 97,33 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar parameter limbah kini telah memenuhi standar baku mutu lingkungan yang berlaku.