Sebanyak 82 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Subang baru saja menyelesaikan program pendampingan bisnis yang diinisiasi oleh Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) berkolaborasi dengan Sampoerna untuk Indonesia. Inisiatif yang digelar pada Selasa (7/7/2026) ini difokuskan pada penguatan ekosistem kewirausahaan lokal, khususnya bagi para pelaku usaha di sektor makanan dan minuman.
Selama masa program, para peserta mendapatkan pendampingan intensif baik secara daring maupun luring. Kurikulum yang diberikan mencakup spektrum luas, mulai dari manajemen legalitas dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk memperluas jangkauan pemasaran digital dan pengembangan kemasan produk yang relevan dengan tren pasar saat ini.
Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendamping dalam memperkokoh ekonomi daerah. Menurutnya, pendekatan komprehensif yang dilakukan dalam program ini dapat menjadi model bagi upaya pengembangan UMKM di masa depan yang lebih berkelanjutan.
Direktur Eksekutif INOTEK, Ivi Anggraeni, menambahkan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari materi yang disampaikan, tetapi dari implementasi konkret di lapangan. Pihaknya terus memantau transformasi operasional para peserta agar lebih adaptif terhadap tantangan pasar modern melalui strategi unique selling proposition (USP) yang lebih matang.
Hasil nyata dari pendampingan ini dirasakan langsung oleh Leni Mariyani, pemilik Dakey House. Setelah menerapkan pemahaman baru terkait riset target pasar dan pemasaran digital, ia berhasil mencatatkan peningkatan omzet usaha hingga 25 persen. Capaian ini diharapkan mampu memotivasi pelaku usaha lainnya di Subang untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas daya saing bisnis mereka.