Ajang tahunan Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 sukses menjadi jembatan strategis yang menghubungkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dengan pasar global, investor, serta lembaga keuangan. Hingga Sabtu (25/7/2026), pameran ini mencatatkan realisasi penjualan ritel senilai hampir Rp900 juta dan membuka potensi kesepakatan bisnis (business matching) yang fantastis mencapai Rp83 miliar.

Selain memfasilitasi pemasaran produk secara langsung, KKSU 2026 juga berfokus pada penguatan aspek permodalan. Selama perhelatan berlangsung, total penyaluran kredit yang dialokasikan bagi pelaku UMKM tercatat menembus angka Rp22 miliar. Langkah konkret ini didorong oleh Bank Indonesia (BI) bersama para mitra strategis guna memperkokoh fondasi ekosistem usaha lokal agar dapat berkembang lebih mandiri.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza Ma’ruf Moesa, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan dari tingginya kepercayaan pasar terhadap kualitas produk UMKM asal Sumut. Menurutnya, kesuksesan KKSU tidak sekadar diukur dari ramainya pengunjung yang memadati lokasi, melainkan dari dampak nyata volume transaksi dan kemitraan jangka panjang yang terbentuk.

Program temu bisnis atau business matching dalam gelaran ini mempertemukan UMKM binaan dengan pembeli internasional (global buyer), agregator, serta pelaku industri perhotelan. Kolaborasi ini diproyeksikan menghasilkan komitmen kerja sama bisnis senilai Rp83 miliar, yang menjadi bukti nyata bahwa jangkauan pasar produk lokal kini semakin meluas dan berdaya saing tinggi.

Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus konsisten mendampingi para pelaku usaha melalui berbagai program pembinaan berkelanjutan. Melalui sinergi lintas sektor, KKSU diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi musiman, melainkan katalisator utama yang mendorong UMKM Sumatera Utara naik kelas hingga mampu menembus pasar nasional maupun pasar ekspor.