Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jatim dan Pemerintah Kabupaten Tuban bersinergi memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Upaya ini diwujudkan melalui lokakarya penyusunan rencana bisnis yang diikuti oleh 50 pelaku UMKM di Hotel Mustika, Tuban. Langkah strategis ini bertujuan membekali wirausahawan lokal dengan fondasi bisnis yang kokoh demi menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Kegiatan kolaboratif ini diinisiasi oleh Anggota Komisi B DPRD Jatim, Aulia Hany Mustikasari, bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim serta Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopumdag) Kabupaten Tuban. Dengan menghadirkan akademisi dari STEISIA sebagai pemateri, pelatihan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman praktis mengenai tata kelola usaha yang terstruktur.
Aulia menegaskan bahwa komitmen legislatif dan eksekutif dalam melindungi sektor ini diperkuat oleh Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Kecil. Regulasi tersebut menjadi payung hukum utama untuk menciptakan ekosistem usaha yang kondusif dan berkelanjutan bagi para pelaku industri kreatif di tingkat daerah.
Selain fokus pada manajemen bisnis, pemerintah daerah juga tengah menggencarkan program sertifikasi halal gratis yang mencakup sektor kuliner hingga jasa pendukung seperti Juru Sembelih Halal (Juleha). Program ini dirancang untuk meningkatkan kepercayaan konsumen serta memperluas akses pasar produk lokal ke kancah yang lebih luas.
Perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Fance Indrianto Asyarie, menambahkan bahwa kualitas perencanaan menyumbang sekitar 30 persen dari total faktor penentu keberhasilan sebuah unit usaha. Menurutnya, estimasi risiko yang cermat dan proyeksi pasar yang jelas akan menghindarkan pelaku usaha dari potensi kerugian finansial yang fatal.
Sementara itu, Kepala Diskopumdag Kabupaten Tuban, Gunadi, mengungkapkan apresiasinya atas dukungan stimulus dari Pemprov Jatim. Saat ini, Tuban memiliki sekitar 157 ribu pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian dan penyerap tenaga kerja lokal. Mengingat keterbatasan modal sering menjadi hambatan klasik, tata kelola keuangan dan rencana bisnis yang disiplin diharapkan dapat menjaga stabilitas usaha jangka panjang agar tidak mudah tergerus oleh tren sesaat.