Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai mematangkan langkah menjelang pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng di Aula Dinas Kesehatan setempat pada Rabu (22/7/2026). Pertemuan strategis ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari jajaran perangkat daerah, camat se-Kabupaten Buleleng, hingga para kepala puskesmas.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Sosial dan Budaya (Kasi Sosbud) Kecamatan Kubutambahan, Made Sukrapa, hadir langsung mewakili Camat Kubutambahan. Kehadiran pihak kecamatan ini menegaskan komitmen pemerintah tingkat bawah untuk mengawal dan menyukseskan program kesehatan nasional di wilayah masing-masing.

Acara koordinasi ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dengan didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat. Dalam arahannya, ditekankan bahwa keberhasilan BIAS sangat bergantung pada sinergi lintas sektor yang solid. Komunikasi yang baik harus terus terjalin mulai dari tahap persiapan awal, pelaksanaan di sekolah, komunikasi publik kepada orang tua murid, hingga pemantauan hasil kegiatan.

BIAS sendiri merupakan program imunisasi lanjutan rutin nasional yang diselenggarakan setiap bulan Agustus dan November untuk siswa SD/MI atau sederajat. Langkah ini dirancang untuk memberikan perlindungan kekebalan tambahan (booster) bagi anak usia sekolah, membangun kekebalan kelompok (herd immunity), serta meminimalkan risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Melalui program gratis yang difasilitasi langsung oleh puskesmas di sekolah-sekolah ini, status imunisasi anak akan tercatat secara resmi sebagai bagian dari rekam medis tumbuh kembang mereka. Dinas Kesehatan Buleleng berharap melalui penguatan kolaborasi ini, target cakupan imunisasi tahun 2026 dapat tercapai secara maksimal dan aman.