Sektor pertanian dan lingkungan di Kota Dong Nai, Vietnam, menunjukkan ketangguhan luar biasa di tengah tekanan ekonomi global sepanjang paruh pertama tahun 2026. Melalui komitmen dalam kampanye 'Persatuan - Disiplin - Efisiensi - Terobosan', otoritas setempat berhasil mengintegrasikan inovasi teknologi ke dalam lini produksi serta melakukan perombakan besar pada struktur birokrasi pemerintahan.
Wakil Menteri Pertanian dan Lingkungan Hidup, Dang Ngoc Diep, menyatakan bahwa tantangan eksternal seperti fluktuasi harga energi dan konflik geopolitik mengharuskan sektor ini untuk beradaptasi dengan cepat. Sebagai respons, kementerian telah menempatkan reformasi kelembagaan sebagai mesin utama pertumbuhan, dengan tingkat keberhasilan pemrosesan dokumen secara elektronik mencapai angka signifikan, yakni 94,4 persen.
Di tingkat daerah, Dong Nai mencatatkan pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 4,86 persen, melampaui rata-rata nasional. Pencapaian ini didorong oleh efisiensi manajemen administratif, di mana sistem kota berhasil memproses ratusan ribu permohonan pertanahan dengan tingkat akurasi mencapai 99,86 persen. Langkah ini dinilai krusial dalam mendukung kelancaran pasokan material bagi proyek-proyek strategis nasional hingga tahun 2030.
Selain efisiensi birokrasi, pemerintah daerah kini memprioritaskan pertanian berbasis teknologi tinggi sebagai inti pengembangan masa depan. Salah satu langkah konkretnya adalah pengembangan kawasan pertanian terintegrasi seluas 1.500 hektar di komune Thuan Loi. Kawasan ini nantinya akan menerapkan otomatisasi penuh, digitalisasi manajemen produksi, serta sistem ketertelusuran produk yang ketat dalam rantai nilai yang tertutup.
Transformasi ini sejalan dengan ambisi pemerintah untuk memperkuat kemitraan strategis internasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Dengan target digitalisasi prosedur hingga 100 persen, Dong Nai optimis dapat menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif bagi pelaku bisnis sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.