Insiden memalukan terjadi saat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menggelar konferensi pers bersama Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, di sela-sela KTT NATO yang berlangsung di Ankara, Turki, pada Rabu (8/7). Dalam momen tersebut, Trump melakukan kesalahan fatal dengan menyebut Iran sebagai 'Republik Islam Jepang'.

Kesalahan tersebut bermula saat Trump tengah membanggakan sistem pertahanan kapal induk USS Abraham Lincoln. Ia mengklaim bahwa militer AS berhasil mencegat 111 rudal yang ditembakkan oleh 'Republik Islam Jepang'. Pernyataan ini dinilai sangat janggal mengingat Jepang merupakan sekutu dekat Amerika Serikat sejak berakhirnya Perang Dunia II, sementara referensi serangan yang dimaksud merujuk pada ketegangan dengan Iran di Timur Tengah.

Tak berhenti di situ, Trump kembali melakukan blunder di sesi yang sama. Saat hendak memberikan kesempatan kepada awak media untuk mengajukan pertanyaan, ia secara keliru memanggil Volodymyr Zelensky yang duduk tepat di sampingnya dengan sebutan 'Presiden Vladimir Putin'.

Kesalahan penyebutan nama tokoh musuh bebuyutan tersebut sontak memancing gelak tawa di ruangan konferensi pers. Trump, yang kini berusia 80 tahun, segera berupaya memperbaiki suasana dengan berkelakar bahwa ia akan menyampaikan pertanyaan wartawan kepada pemimpin Rusia tersebut.

Peristiwa ini terjadi di tengah memanasnya situasi geopolitik pasca-runtuhnya gencatan senjata antara AS dan Iran. Sebelumnya, dalam agenda terpisah di KTT NATO, Trump melontarkan kecaman keras terhadap pemerintah Iran, menyebut para pemimpinnya dengan sebutan yang merendahkan, serta mengancam akan kembali melancarkan aksi militer sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.