Pemerintah Kota Malang bersiap memaksimalkan potensi pariwisata daerah melalui kalender "1.000 Event" sepanjang tahun 2026. Dari berbagai agenda yang direncanakan, kegiatan berbasis olahraga atau sport tourism diproyeksikan menjadi penyumbang terbesar yang mendominasi rangkaian acara di Kota Bunga tersebut.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, mengungkapkan bahwa masifnya kegiatan olahraga ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan juga motor penggerak ekonomi lokal. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah terbukti mendongkrak tingkat hunian hotel, industri kuliner, hingga berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Keberhasilan skema ini tercermin dari realisasi penerimaan sektor pariwisata pada tahun anggaran 2025 yang menyentuh angka Rp369 miliar. Pendapatan tersebut dihimpun dari pajak hotel, restoran, reklame, makanan-minuman, serta sektor pendukung pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE). Bahkan, beberapa pos penerimaan seperti pajak hotel dilaporkan berhasil melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Baihaqi menambahkan, sebagian besar ajang olahraga ini diinisiasi oleh pihak swasta. Guna mendukung kelancaran acara, jajaran pemerintah daerah berkomitmen memberikan kemudahan proses perizinan serta memfasilitasi dukungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah kolaboratif ini diharapkan membuat para promotor acara merasa aman dan nyaman menyelenggarakan kegiatan di Kota Malang.
Keunggulan geografis dan kelengkapan infrastruktur Kota Malang menjadi daya tarik utama bagi para penyelenggara event. Aksesibilitas transportasi yang mudah, iklim udara yang sejuk, ketersediaan fasilitas akomodasi yang memadai, serta keanekaragaman wisata kuliner menjadi paket lengkap yang membuat para atlet dan wisatawan betah berlama-lama setelah kompetisi usai.