Kejutan besar terjadi di babak 64 besar Coppa Italia saat Lazio dipaksa menyerah di hadapan pendukungnya sendiri. Bermain di Stadio Olimpico pada Minggu (17/8/2026), tim berjuluk I Biancocelesti tersebut secara tak terduga takluk dengan skor 0-2 dari klub kasta kedua, Mantova. Kekalahan ini memastikan langkah sang finalis edisi sebelumnya terhenti sangat awal di turnamen domestik tersebut.

Menanggapi hasil buruk tersebut, pelatih anyar Lazio, Gennaro Gattuso, tidak mencari kambing hitam. Mantan juru taktik AC Milan itu secara ksatria mengakui kelemahan taktik timnya dan siap pasang badan atas hasil yang dinilai memalukan tersebut, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada publik Roma.

"Kami menerima pukulan telak di wajah, dan saya bertanggung jawab penuh untuk ini. Sekarang saatnya untuk tetap menundukkan kepala dan fokus bekerja keras," ujar Gattuso kepada Sportmediaset. Ia menilai anak asuhnya tampil terlalu ragu-ragu dan kurang agresif pada babak pertama, meskipun ada sedikit perbaikan performa di paruh kedua pertandingan.

Gattuso menjelaskan bahwa durasi latihan selama 40 hari bersama skuad belum cukup untuk menanamkan filosofi bermainnya secara menyeluruh. Kendati demikian, ia memahami kemarahan dan kekecewaan mendalam yang dirasakan oleh para suporter atas hasil minor ini.

Pertandingan ini juga ditandai dengan debut gelandang anyar Davide Frattesi yang dimasukkan pada menit ke-71 untuk mendongkrak kreativitas lini tengah. Sayangnya, kehadirannya gagal memecah kebuntuan. Mengenai kelanjutan aktivitas Lazio di bursa transfer pasca-kekalahan ini, Gattuso memilih untuk tidak berspekulasi dan fokus memaksimalkan pemain yang ada.