LHOKSEUMAWE — Transformasi digital dinilai menjadi kebutuhan penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif. Pemanfaatan teknologi membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen, memperkuat promosi, serta meningkatkan kualitas layanan.

Melalui media sosial, platform perdagangan elektronik, hingga sistem pembayaran nontunai, UMKM kini memiliki ruang yang lebih besar untuk memasarkan produk tanpa terbatas wilayah. Cara ini memungkinkan usaha skala kecil menjangkau pembeli di luar daerah, bahkan berpotensi masuk ke pasar nasional dan internasional.

Dalam program Muda Kreatif di RRI Pro 2 FM Lhokseumawe, Sabtu, 27 Juni 2026, Eghi Poetra menyampaikan bahwa digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan pemasaran. Menurutnya, penggunaan teknologi juga dapat membantu pelaku UMKM mengelola usaha secara lebih tertib, termasuk dalam pencatatan keuangan, pelayanan pelanggan, dan penyusunan strategi promosi berbasis konten kreatif.

Kecepatan komunikasi dengan pelanggan serta kemudahan transaksi disebut menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen. Dengan pengelolaan digital yang tepat, pelaku usaha dapat memahami kebutuhan pasar secara lebih baik dan menyesuaikan produk maupun layanan yang ditawarkan.

Namun, proses menuju UMKM yang sepenuhnya terdigitalisasi masih menghadapi sejumlah hambatan. Keterbatasan literasi digital, akses internet yang belum merata, serta kemampuan teknis dalam mengoperasikan perangkat dan aplikasi menjadi tantangan yang masih dirasakan di berbagai daerah.

Karena itu, dukungan berbagai pihak dinilai sangat diperlukan. Pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas usaha, dan sektor swasta dapat berperan melalui pelatihan, pendampingan, serta penyediaan infrastruktur digital yang lebih memadai bagi pelaku UMKM.

UMKM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi diyakini memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh berkelanjutan. Di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat, inovasi dan kreativitas bukan lagi sekadar pilihan, melainkan bagian penting dari strategi mempertahankan usaha.

Dengan semangat belajar dan keberanian bertransformasi, UMKM diharapkan tetap menjadi penopang utama perekonomian, membuka lapangan kerja, serta memberi kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.