DENPASAR – Peringatan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 di Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, hadir dengan nuansa yang lebih bermakna dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah desa tidak sekadar menggelar rangkaian kompetisi, tetapi juga menggandeng Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya untuk menyelenggarakan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis serta edukasi kesehatan bagi warga.
Rangkaian kegiatan tersebut digelar pada Rabu (24/6/2026) bertempat di Kantor Desa Pemecutan Kaja. Acara dibuka langsung oleh Perbekel Desa Pemecutan Kaja dengan dihadiri perwakilan RSUD Wangaya, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, serta sejumlah besar warga yang antusias mengikuti kegiatan.
Ketua Panitia Bulan Bung Karno VIII Desa Pemecutan Kaja, I Wayan Landep, mengungkapkan bahwa partisipasi masyarakat tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan. Ia menekankan bahwa momentum peringatan ini semakin istimewa lantaran digelar pada bulan Juni yang identik dengan Bulan Bung Karno, sekaligus berdekatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila serta perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan.
"Astungkara seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Antusiasme peserta maupun masyarakat sangat baik, terlebih tahun ini kami juga menghadirkan bakti sosial dan edukasi kesehatan bersama RSUD Wangaya sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Landep.
Dari sisi konsep, panitia melakukan penyesuaian format perlombaan tanpa mengorbankan esensi peringatan. Berbeda dengan penyelenggaraan tahun 2025 yang memasukkan kategori fashion show, tahun ini lomba tersebut diganti dengan kegiatan yang lebih menitikberatkan pada kreativitas dan penguatan karakter peserta. Empat kategori lomba yang dipertandingkan meliputi lomba mural yang diikuti tujuh peserta, lomba karaoke dengan sembilan peserta, lomba pidato tingkat Sekaa Teruna (ST) yang diikuti delapan peserta, serta lomba melukis pot dengan enam peserta.
Di sisi lain, layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi dari tenaga medis RSUD Wangaya menjadi daya tarik tersendiri bagi warga. Landep menegaskan bahwa program bakti sosial ini merupakan wujud konkret kepedulian pemerintah desa terhadap kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperluas dimensi peringatan Bulan Bung Karno melalui aksi nyata di ranah sosial.
Landep mengakui bahwa proses persiapan acara tidak lepas dari berbagai tantangan, termasuk persoalan pengelolaan sampah dan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap biaya operasional kegiatan. Namun, semua kendala tersebut berhasil diatasi melalui langkah-langkah antisipatif yang telah disiapkan panitia sejak awal.
"Persoalan sampah sudah kami antisipasi melalui edukasi kepada masyarakat, sementara kenaikan harga BBM memang berpengaruh terhadap kebutuhan sarana dan prasarana. Namun semuanya sudah kami siapkan sehingga kegiatan tetap berjalan sesuai rencana," jelasnya.
Menjadi catatan penting untuk ke depan, panitia menargetkan peningkatan kualitas penyelenggaraan Bulan Bung Karno IX pada 2027. Rencana tersebut mencakup peningkatan nilai hadiah serta pengembangan konsep perlombaan yang lebih kreatif dan inovatif agar mampu menarik partisipasi masyarakat yang lebih luas.
Landep juga menyampaikan harapannya agar peringatan Bulan Bung Karno dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter generasi muda di tengah derasnya arus teknologi dan informasi. Ia menginginkan para pemuda memiliki kemampuan berpikir kritis, tidak mudah mengambil kesimpulan, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Bung Karno dalam kehidupan sehari-hari.
"Semangat perjuangan di era modern tidak lagi diwujudkan melalui peperangan fisik, melainkan melalui kebijaksanaan, kecerdasan berpikir, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila dan semangat gotong royong," pungkas Landep.