Performa luar biasa tim nasional sepak bola Tanjung Verde pada ajang Piala Dunia 2026 membawa dampak positif yang meluas hingga ke sektor non-olahraga. Negara kepulauan yang terletak di lepas pantai barat Afrika ini kini tengah menikmati lonjakan minat wisatawan asing yang ingin menjelajahi keindahan alamnya setelah nama mereka menjadi buah bibir di panggung internasional.
Pada awalnya, keikutsertaan negara berpenduduk sekitar 500.000 jiwa ini dipandang sebelah mata dan hanya dianggap sebagai pelengkap turnamen akibat adanya penambahan kuota kepesertaan menjadi 48 tim. Namun, persepsi tersebut langsung berbalik saat tim berjuluk "Hiu Biru" ini menahan imbang raksasa sepak bola Spanyol tanpa gol pada laga perdana grup. Aksi heroik kiper mereka, Vozinha, bahkan memicu fenomena digital dengan lonjakan pengikut Instagram yang sangat masif dalam waktu singkat.
Keberhasilan menahan imbang Uruguay dan Arab Saudi mengantarkan Tanjung Verde lolos ke babak 32 besar untuk menghadapi Argentina. Meski akhirnya harus gugur secara terhormat dengan skor 2-3 melalui babak perpanjangan waktu, perjuangan gigih skuad debutan ini telah berhasil mencuri perhatian miliaran pasang mata di seluruh dunia.
Momentum emas di lapangan hijau ini langsung bertransmisi ke sektor pariwisata. Selama ini, nama Tanjung Verde sering kali tenggelam di bawah bayang-bayang destinasi tropis Afrika lainnya seperti Seychelles dan Mauritius. Kini, data Expedia menunjukkan lonjakan pencarian daring terkait liburan ke Tanjung Verde di Amerika Serikat meroket hingga lebih dari 800 persen setelah gelaran turnamen tersebut.
Para pengamat industri perjalanan menilai fenomena ini sebagai bukti nyata bagaimana ajang olahraga besar dapat mengubah persepsi pasar. Andrew Harrison-Chinn dari Dragonpass mengungkapkan bahwa ajang sebesar Piala Dunia mampu dengan cepat menaikkan kelas destinasi alternatif menjadi kompetitor serius di industri pariwisata global, khususnya bagi segmen pelancong muda usia 18-24 tahun yang gemar mencari destinasi baru.
Dampak ekonomi dari eksposur turnamen sepak bola akbar ini bukanlah hal baru. Fenomena serupa pernah dirasakan oleh Kroasia setelah menembus final Piala Dunia 2018, yang memicu rekor kunjungan hingga belasan juta turis asing. Langkah serupa juga dirasakan Maroko pasca-Piala Dunia 2022, membuktikan bahwa publisitas olahraga global memiliki efek jangka panjang yang signifikan bagi perekonomian dan daya tarik sebuah negara.