Perjalanan berliku harus dilewati Muhammad Sandi Andana sebelum akhirnya sukses menorehkan prestasi gemilang di arena taekwondo nasional dan internasional. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ) ini membuktikan bahwa dedikasi tinggi mampu mengalahkan keterbatasan waktu.

Minat Sandi terhadap taekwondo tumbuh tergolong lambat, yakni saat duduk di bangku kelas XI SMA setelah masa pandemi Covid-19 mereda. Berbekal kecintaan pada aktivitas fisik sejak kecil, ia memilih olahraga bela diri asal Korea Selatan ini karena menilai gerakannya yang dinamis dan berkarakter kuat sangat menarik untuk ditekuni.

Langkah profesionalnya kian mantap saat diterima di UNJ. Ia langsung bergabung dengan Kelompok Olahraga Prestasi (KOP) Taekwondo UNJ. Di bawah bimbingan Pusat Pembinaan dan Latihan Mahasiswa (PPLM), Sandi menjalani program latihan fisik berkala, meliputi latihan kekuatan (strength) setiap Selasa dan Sabtu, serta latihan ketahanan fisik (endurance) pada hari Kamis.

Fase awal kuliah menjadi periode terberat bagi Sandi. Ia harus pintar-pintar mengelola waktu di tengah jadwal padat sebagai mahasiswa baru dan tuntutan meningkatkan teknik bertarung. Ia mengenang bagaimana dirinya harus menempuh perjalanan jauh setiap hari melintasi Jakarta Selatan, Jakarta Timur, hingga Bekasi demi membagi fokus antara ruang kelas dan matras latihan, yang sering kali membuatnya baru tiba di rumah menjelang tengah malam.

Perjuangan berat tersebut akhirnya terbayar lunas dengan rentetan prestasi sejak tahun 2024 hingga 2026. Di tingkat regional dan nasional, Sandi mendominasi berbagai turnamen, termasuk meraih emas pada ajang POMPROV DKI 2025, Liga DKI, serta Pancasila Cup 2. Puncak pembuktiannya terjadi di level internasional saat ia berhasil menyabet masing-masing satu medali emas, perak, dan perunggu pada MBW International Open Taekwondo Championship 2026 yang berlangsung di Malaysia.

Kunci sukses Sandi terletak pada skala prioritas dan manajemen waktu yang disiplin. Terinspirasi dari gaya bertarung atlet Uzbekistan, Ulugbek Rashitov, Sandi berpesan kepada sesama mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan fasilitas kampus. Baginya, hasil di dalam gelanggang pertandingan merupakan cerminan langsung dari keseriusan dan konsistensi yang ditunjukkan selama proses latihan.