Pemanfaatan ruang digital oleh masyarakat Indonesia makin didominasi oleh pemenuhan kebutuhan hiburan. Hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa mayoritas pengguna internet di Tanah Air mengakses jejaring digital untuk mencari hiburan, mengalahkan pemanfaatan untuk aktivitas produktif lainnya.
Berdasarkan laporan Statistik Telekomunikasi Indonesia dari BPS, sebanyak 87,53 persen pengguna internet mengaku menjadikan konten hiburan sebagai tujuan utama berselancar di dunia maya. Angka tersebut mengungguli pemanfaatan internet untuk mencari informasi atau berita yang berada di posisi kedua sebesar 80,85 persen, serta akses media sosial yang mencapai 79,65 persen.
Di sisi lain, porsi penggunaan jejaring digital untuk kegiatan ekonomi, komunikasi formal, maupun pendidikan terpantau masih jauh lebih rendah. Aktivitas transaksi pembelian barang atau jasa secara daring baru dimanfaatkan oleh 26,73 persen pengguna, sedangkan penawaran barang dan jasa secara online hanya berkisar 4,78 persen. Sementara itu, akses pada layanan finansial digital tercatat sebesar 15,11 persen, pembuatan konten digital 13,66 persen, dan pembelajaran jarak jauh hanya 11,76 persen.
Dominasi aktivitas hiburan ini juga berbanding lurus dengan kepraktisan perangkat yang digunakan sehari-hari. BPS merekam sebanyak 99,08 persen masyarakat mengakses internet melalui telepon seluler, jauh melampaui penggunaan laptop sebesar 10,29 persen dan komputer desktop yang hanya 2,97 persen. Kemudahan akses via gawai pintar dalam genggaman ini menjadikan ruang digital sebagai sarana utama bagi masyarakat untuk melepas penat di tengah rutinitas.